Drs. Agustinus Pandak Kecam Keras Penjual Babi Tertular Virus ASF.

  • Bagikan
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan SBD, Drs. Agustinus Pandak, mengkritik keras praktik perdagangan “babi miring” yang dikonsumsi masyarakat.

TAMBOLAKA, OBOR SUMBA 17 Maret 2026. Tindakan individu yang memperdagangkan “babi miring” yang kemudian dikonsumsi oleh masyarakat mendapatkan kecaman yang sangat serius.

Menurut pernyataannya, terdapat babi miring yang diperdagangkan, dibeli dengan harga yang miring. Daging yang dikonsumsi juga berasal dari babi miring, sehingga pelaku dalam aksi ini menjadi miring. Perilaku menjual babi yang terjangkit virus ASF ini telah berkontribusi pada penyebaran wabah yang berbahaya itu.

Salah satu kritik disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten SBD, Drs Agustinus Pandak, saat menjawab pertanyaan dari wartawan minggu lalu.

Baca juga: https://www.oborsumba.com/kuda-sandel-130-ekor-dan-kambing-400-ekor-diantarpulaukan/

Ia menyatakan bahwa pemerintah telah menghentikan semua pemasukan babi dari luar kabupaten.

Sejak bulan Oktober 2025 hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten SBD tidak memberikan izin untuk memasukkan babi dari luar daerah.

“Jadi jika ada yang mengatakan bahwa SBD mengimpor babi, penyataan dari Dinas Peternakan Kabupaten SBD adalah tidak benar. Karena kami tidak melakukannya,” tambahnya.

Pemerintah daerah, menurutnya, malah melarang masuknya babi dari luar wilayah agar virus ASF tidak menyebar lebih jauh.

Keseriusan pemerintah dalam mengatasi ASF juga ditunjukkan dengan pengadaan vaksin pada tahun 2025 yang lalu.

“Kabupaten yang pertama di NTT yang menyediakan vaksin ASF. Dan kami mulai melaksanakan vaksinasi ASF sejak bulan Desember lalu hingga saat ini,” jelasnya.

Baca juga: https://www.oborsumba.com/mahkamah-agung-jatuhkan-hukuman-4-tahun-penjara-franky-subyanto-dijemput-paksa-kejari-sumba-barat/ 

Vaksinasi babi sebagai upaya pencegahan terhadap penularan virus ASF mencerminkan ketidakdiamiran pemerintah daerah dalam menangani wabah ini dan komitmen mereka dalam mengatasinya.

“Jumlah babi yang sudah kami vaksin untuk ASF lebih dari 400 ekor. Kami berhasil dalam upaya ini. Kami bertekad agar semua ternak babi kami selamat,” tegas Kadis, Drs Agustinus Pandak.

(02/YK).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *