Pemilihan Sekda Sumba Barat Daya Picu Kekecewaan, Warga Loura: Kami Tidak Dianggap!

  • Bagikan

TAMBOLAKA, OBOR SUMBA — Proses pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), menuai sorotan tajam dari sejumlah kalangan. Warga dari wilayah Loura menyuarakan kekecewaan karena tidak adanya keterwakilan mereka dalam jajaran calon yang terpilih.

Dalam seleksi yang diikuti tujuh orang kandidat, hanya tiga nama yang lolos ke tahap akhir, yakni Edmundus N. Nau (mantan Plt Sekda asal Flores), Christofel Horo, SH (asal Kodi), dan Enos Eka Dede (asal Wewewa). Tak satu pun berasal dari Loura, wilayah yang selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam filosofi pemerintahan SBD yang dikenal dengan sebutan “tiga batu tungku”, yakni Kodi, Wewewa, dan Loura.

Ketiadaan perwakilan Loura memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Mereka menilai prinsip keseimbangan wilayah mulai terabaikan, sementara semangat pemerataan yang diusung sejak pembentukan Kabupaten SBD kini terancam pudar.

Sejumlah tokoh lokal, termasuk Yohanes Geli, mantan Kepala Desa Weepangali, menyatakan kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia menilai struktur pemerintahan saat ini terlalu didominasi dua wilayah.

Menurutnya, posisi Bupati berasal dari Wewewa, Wakil Bupati dari Kodi, serta pimpinan DPRD baik Ketua maupun Wakil Ketua I dan II juga dari Wewewa. Kondisi itu, kata Yohanes, memperlihatkan ketimpangan yang mencolok.

“Kami orang Loura tidak setuju atas pemilihan Sekda ini. Tidak ada keseimbangan wilayah. Foname seperti ini tidak adil dan tidak merata,” ungkap Yohanes dengan nada kecewa.

Dewan Penasehat Perkumpulan Tanni Sumba itu juga menilai ketimpangan tersebut berpotensi menimbulkan kekecewaan sosial di tingkat akar rumput. Mereka bahkan menyindir keras dengan menyebut filosofi “tiga batu tungku” hanya menjadi hiasan semata di alun-alun Tambolaka.

Pihaknya mengingatkan agar keseimbangan wilayah tetap dijaga demi pemerataan pembangunan dan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Sumba Barat Daya.

“Keseimbangan wilayah harus ada agar pemerataan yang kita dambakan bersama bisa terwujud demi Loda Weemaringi Pada Weemalala di negeri tanah Marapu yang tercinta,” ujarnya. (OS/LL)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *