
TAMBOLAKA, OBOR SUMBA – 7 Desember 2025. Fenomena tak lazim terjadi di SD/SMP Satap Ketewel, Kecamatan Laura, Kabupaten Sumba Barat Daya. Sejumlah kambing terlihat bebas memasuki dan berkeliaran di ruang-ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat belajar siswa. Ruang pendidikan yang mestinya menjadi pusat pembentukan karakter, moral, dan integritas generasi muda mendadak beralih fungsi menjadi kandang hewan.
Peristiwa ini melibatkan lingkungan sekolah, warga sekitar, serta para pemangku kebijakan daerah yang dinilai lalai dalam pengawasan fasilitas pendidikan. Sejumlah warga mengekspresikan kritik keras terhadap kondisi tersebut. “Kalau kambing sudah belajar di kelas, berarti ada yang tidak beres dengan pemimpin yang seharusnya menjaga sekolah,” ujar seorang warga dengan nada satir.
Situasi ini berlangsung di SD/SMP Satap Ketewel, sebuah sekolah di wilayah pesisir Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, yang dikenal masih menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas pendidikan.
Peristiwa ini terungkap pada awal Desember 2025, saat warga dan para pemerhati pendidikan melihat langsung ruang-ruang kelas dalam kondisi kosong, tak terurus, dan dimasuki hewan ternak.

Kondisi tersebut dianggap sebagai akibat dari lemahnya pengawasan, minimnya perhatian pemerintah daerah, serta kurangnya pemeliharaan aset pendidikan. Ironisnya, momen ini muncul di tengah ramainya konten para pejabat yang memamerkan pencapaian di media sosial seperti TikTok, sementara kondisi sekolah-sekolah di lapangan justru memperlihatkan kesenjangan yang mencolok antara citra digital dan realitas.
Kehadiran kambing di ruang kelas memperjelas persoalan serius mengenai hak anak atas pendidikan yang layak. Ruang belajar yang kotor, rusak, dan dibiarkan terbuka menandakan ketidakseriusan dalam membangun masa depan pendidikan. Simbol sederhana seperti tumpukan kotoran hewan menjadi pengingat pahit bahwa pembangunan citra sering kali lebih diutamakan daripada penyediaan fasilitas dasar bagi pelajar di daerah.
Pada akhirnya, publik dipertanyakan untuk menilai sendiri:
Apakah bangsa ini benar-benar membangun kualitas pendidikan, atau justru lebih sibuk membangun panggung kesuksesan di dunia maya?
Hingga berita ini ditayangkan, pihak media masih berusaha menghubungi pihak sekolah.
Reporter: GGLM












