Satu Tahun Bertugas, Staf Khusus Kementan Lulusan Jepang Siap Dampingi Petani Sumba Barat Daya

  • Bagikan
Staf Khusus Kementerian Pertanian bersama jajaran TMI SBD, PPL Lagalete, dan anggota Poktan Lagalete dalam kegiatan pendampingan petani di Sumba Barat Daya.

TAMBOLAKA, OBOR SUMBA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) melakukan langkah strategis untuk mendorong modernisasi pertanian di wilayah tersebut. Melalui upaya intensif, Ketua DPD TMI SBD, Kristina Bili, berhasil mendatangkan Staf Khusus Kementerian Pertanian (Kementan), Sigit Prihandoko, untuk bertugas memberikan pendampingan langsung bagi para petani lokal selama satu tahun penuh.

​Sigit Prihandoko, yang merupakan pakar pertanian lulusan akademik dari Jepang, dilaporkan telah berada di Kabupaten Sumba Barat Daya sejak 10 Juni 2026. Kehadirannya diharapkan dapat membawa transformasi teknologi dan metode pertanian modern bagi masyarakat SBD yang selama ini mayoritas masih mengandalkan sistem pengelolaan lahan tradisional.

Tantangan Sektor Pertanian dan Struktur Ekonomi SBD

​Berdasarkan data ekonomi daerah, perekonomian Sumba Barat Daya saat ini masih sangat bergantung pada sektor primer, meliputi pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan. Sektor pertanian sendiri menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. Namun, karena dominasi sektor primer dengan produktivitas yang relatif masih rendah, pendapatan per kapita di SBD tercatat masih berada di bawah rata-rata nasional.

​Secara statistik, pendapatan per kapita SBD menunjukkan tren peningkatan dari sekitar Rp4,36 juta per tahun pada 2013 menjadi sekitar Rp15–16 juta per tahun pada periode 2023–2025. Angka ini setara dengan kisaran Rp1,3 juta per orang per bulan. Kendati demikian, angka statistik ini merupakan rata-rata makro, di mana dalam realitas lapangan masih terdapat kesenjangan pendapatan yang cukup signifikan antara rumah tangga petani, pedagang, ASN, serta pelaku usaha lainnya.

​Kondisi inilah yang melatarbelakangi pentingnya kehadiran tenaga ahli profesional guna mendampingi petani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan basah maupun lahan kering secara lebih produktif.

Komitmen Tani Merdeka Indonesia di SBD

​Merespons kondisi tersebut, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten SBD menyatakan komitmennya untuk mengimplementasikan visi dan misi organisasi secara nyata di lapangan. TMI bergerak dengan visi mewujudkan kedaulatan pangan nasional dan kesejahteraan petani, menempatkan petani sebagai subjek yang merdeka secara ekonomi dan sosial.

​Untuk mencapai target tersebut di Sumba Barat Daya, terdapat beberapa poin misi strategis yang akan dikawal bersama tenaga ahli Kementan, antara lain:

​Pemberdayaan Petani:

Meningkatkan kompetensi petani lokal melalui edukasi, pelatihan teknologi pertanian modern, dan manajemen usaha tani profesional.

​Akses Sarana Produksi:

Mempermudah pemenuhan kebutuhan bibit unggul, pupuk tepat waktu dengan harga terjangkau, serta pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan).

​Stabilitas Harga:

Memperjuangkan tata niaga yang adil guna menjaga stabilitas harga panen di tingkat petani dan memangkas rantai distribusi yang merugikan.

​Modernisasi dan Kedaulatan Pangan:

Mengoptimalkan lahan tidur, meningkatkan intensitas tanam, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital guna menarik minat generasi muda (petani milenial).

​Selain itu, TMI SBD juga akan terus melakukan advokasi dan pendampingan bagi para petani dalam mengakses program perbankan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta menyalurkan aspirasi terkait pemenuhan pupuk langsung dan pembangunan infrastruktur distribusi pangan di pedesaan.

​Melalui kolaborasi dan pendampingan terukur dari Staf Khusus Kementan selama setahun ke depan, sektor pertanian di Sumba Barat Daya diharapkan dapat bergerak maju menuju tata kelola yang lebih modern, efektif, dan menyejahterakan keluarga petani. 02/ YK.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *