WAINGAPU, OBOR SUMBA — Setelah menanti selama satu dekade, umat Katolik di Paroki Maria Bunda Selalu Menolong (MBSM) Kambajawa, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya merasakan sukacita besar.
Duta Besar Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia, Nunsius Apostolik Mgr. Piero Pioppo, secara resmi meresmikan sekaligus mendedikasikan gedung gereja dan altar paroki tersebut, Senin, 7 Oktober 2025.
Perayaan Ekaristi peresmian dan dedikasi dipimpin langsung oleh Mgr. Piero Pioppo, didampingi Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, C.Ss.R., serta para imam konselebran dari berbagai paroki di Pulau Sumba.
Dalam homilinya, Nunsius Apostolik menyampaikan kekagumannya atas kemegahan gereja yang berdiri di atas perbukitan Kambajawa.
Ia menyebut bangunan tersebut memiliki keindahan dan kekokohan yang mengingatkannya pada basilika-basilika kecil di Eropa.
“Bangunan ini sungguh luar biasa, seperti basilika kecil. Namun yang lebih penting, gereja ini menjadi simbol iman, persekutuan, dan kebersamaan umat dalam memuliakan Allah,” ungkap Mgr. Pioppo.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Sumba Timur, Bupati Sumba Tengah, serta Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD). Kehadiran mereka menambah semarak perayaan yang diwarnai dengan sukacita dan rasa syukur umat Katolik setempat.
Pembangunan Gereja MBSM Kambajawa dimulai sejak tahun 2015, dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Uskup Weetebula saat itu.
Proses pembangunan berjalan selama 10 tahun penuh tantangan, didukung oleh semangat gotong royong umat dan bantuan dari berbagai pihak.
Kini, bangunan megah yang berdiri kokoh di tengah Kota Waingapu itu menjadi simbol ketekunan iman umat Katolik Sumba Timur.
Dengan arsitektur yang memadukan gaya tradisional Sumba dan sentuhan modern, gereja ini diharapkan menjadi pusat persekutuan umat dan karya pastoral di wilayah tersebut.
Umat pun bersyukur, karena penantian panjang mereka akhirnya berbuah manis. Gereja MBSM Kambajawa kini resmi diberkati dan diresmikan oleh utusan langsung Paus Leo XIV menjadi saksi nyata bahwa doa, pengorbanan, dan kebersamaan dapat melahirkan karya iman yang agung. (OS/JM)












